Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘puisi sedih’

Meskipun raga ini terluka…
Tetapi rasa terus ingin bertahan
Pada cinta dan keyakinan
Akan keindahan , kebahagiaan
Walau ku tahu ..
Hanyalah fatamorgana
Sebagai keinginan yang tlah patah

Kau buat aku terus menanti
Tanpa ada kepastian
Seperti mimpi merindukan nyata
Walaupun ada , pasti kan berbeda
Dan meluruhkan rasa keinginan

Tak pernah kah kau merasa..
Bahwa cinta dan kesetiaanku
Hanya untukmu , selalu menyala..
Walaupun godaan dan kesunyian
Tak pernah sepi dari hatiku ,
Karena keyakinanku ..
Kesetiaan pada satu cinta
Adalah hal yang terindah dalam hidup

Bilakah suatu saat nanti…
Pintu hatimu akan terbuka untuk cintaku
Yang tak lagi ada keraguan
Dan tak lagi ada perpisahan
Sehingga impian kebahagiaan
Akan menjadi nyata

Meskipun raga ini terluka…
Namun hati takkan berhenti berharap
Pada cinta , dengan kesetiaan
Walaupun ku tahu…Hanya fatamorgana .

Memang tak ada yang abadi..
Begitupun cinta ,
Datang dan pergi bagaikan mimpi
Menaburkan keindahan …
Dan juga… menggoreskan luka

Oh cinta ….
Kau tercipta dari sayap bidadari
Memancarkan cahaya gemilang
Aroma wangi menggoda
Tetapi sayang..
Kau tertaut di awan biru
Sehingga rapuh ,
Serapuh sayap kupu-kupu

Oh cinta…
Nafasmu adalah semua kerinduan
Berhiaskan segala keindahan
Kehebatan rasa duniawi
Tetapi sayang..
Kau teramat lemah ,
Di balik keindahanmu
Tersimpan duri yang tajam
Siapapun yang tergores
Akan terpuruk di dalam keresahan

Tetapi bila cinta bermahkota kesetiaan
Dan berhaluan keimanan ,
Biarpun tak terlihat indah
Namun mampu memberikan kepastian
Kebahagiaan dunia..
Dan kehebatan takdir yang ada

Karena cinta adalah kesucian…
Yang akan subur di haluan ketulusan
Tetapi akan mematikan..
Bila berhaluan….
Kemunafikan dan kebohongan.

Tak ingin ku akhiri kisah cinta..
Tetapi sang waktu memutuskannya
Ku harus menerima kenyataan
Bahwa kau bukan lagi milikku

Walaupun rasa bathin ini ..terlalu sakit
Tetapi raga harus meng-ikhlaskan
Semuanya yang pernah terjadi
Karena kenyataan telah berubah
Rasa tak lagi bersama

Kau dan semua lagumu..
Membawa luka dan kepedihan
Walaupun bibir tersenyum
Tetapi hati teriris sembilu

Aku hanya mampu tuk berharap
Semoga keindahan dan kebahagiaan untukmu
Selalu menaungi di atas hidup
Tak letih seperti kisah kita

Dan aku hanya mampu memohon
Semoga di suatu hari nanti
Aku mendapatkan cinta
Walau tak seperti cintamu
Tetapi ku harap membawa kebahagiaan
Sampai di ujung waktu

Seberat apapun..ku harus akhiri
Rasa cinta dan sayang
Karena kenyataan telah berubah
Dan waktu tak lagi menginginkan
Kau bukan lagi untukku
Dalam bayangan dan dalam kenyataan.

Di relung hatiku yang terdalam
Masih terukir rasa sayang
Yang mungkin takkan sirna..
Sampai nanti aku menutup mata

Kau begitu berarti dalam hidupku
Melebihi semua yang ku punya
Sehingga kepergianmu..
Menorehkan luka yang teramat dalam
Meskipun rasa cintaku tak pernah padam

Aku tak mengharap engkau kembali..
Ataupun cinta bersemi lagi
Hanya menginginkan luka ini
Luruh oleh sang waktu
Dan mentari kembali tersenyum padaku

Dari hatiku yang terdalam..
Aku masih menyayangimu
Walaupun kebencianku masih membara
Tetapi rasa cinta yang pernah ada..
Tak akan sirna..
Karena selalu menyala , saat kenangan ,
Dan bayanganmu hadir..

Kau begitu berarti..
Namun aku sangat membencimu ,
Karena kerapuhan hatimu
Menggenggam cinta..
Saat aku meyakininya
Kau hempaskan tanpa ada penyesalan .

Aku tak tega melihat air matamu..
Membasahi hati dan pipimu ,
Terlalu dalam engkau terluka
Hingga tak ada lagi..
Senyuman ..yang tersisa di bibirmu

Ingin ku balut lukamu..
Dengan kasih dan sayangku ,
Tetapi aku takut , membuka luka yang baru ,
Karena kau teramat rapuh ..
Oleh kenyataan yang terjadi

Cinta bila tak berjalan semestinya..
Berbalut dengan kemunafikan ,
Dan berhias nafsu keinginan
Hanyalah seperti sembilu ,
Datang memberi keletihan
Dan pergi meninggalkan luka
Yang teramat pedih..
Dan mungkin tak bisa di redamkan

Kau begitu menyentuh rasaku..
Tetapi tak mungkin aku membalutnya..
Karena kau , teramat rapuh..
Oleh cinta , yang begitu dalam menusukmu ,
Sehingga semua nada , bagimu..
Adalah kepedihan .

Saat bulan tak selalu purnama..
Dan mentaripun bergulir …
Menghadirkan terang , dan kegelapan
Aku mulai mengerti…
Langkah sang waktu ….
Biarpun di kesurut-an…
Namun suatu saat nanti…
Kebahagiaan pasti akan datang

Butir-butir kehidupan
Yang terus terangkai , tak mengenal lelah
Menajamkan keinginan
Untuk selalu bertahan pada kesetiaan
Karena keyakinan , suatu saat..
Hidup dan cinta dalam kebahagiaan

Di dalam titian sang waktu..
Aku takkan berhenti berharap ,
Meskipun langkah selalu terjatuh…
Tetapi asa..
Akan terus ku nyalakan..

Biarlah gelap dan terang silih berganti
Mewarnai hari dan kehidupan
Namun keyakinan , tetap akan ada
Bahwa suatu saat nanti..
Kebahagiaan yang tak letih ,
Akan ada …dan menaungi langkah perjalanan
Selamanya …selamanya .

Jangan lagi kau teteskan air matamu…
Hanya untuk luka di masa lalu ,
Aku di sini untukmu
Membalut luka memadamkan bara

Semua yang pernah terjadi..
Anggaplah angin yang telah berlalu ,
Seiring musim yang terus berganti ,
Jangan kau bersedih ,
Aku akan selalu menemanimu ,
Seperti apapun dirimu …

Takkan ku biarkan , letih menghampirimu
Dan keresahan membuatmu terpuruk
Yakinlah pada cinta yang kita genggam
Akan mampu membuka sang mentari
Agar terus bersinar ,
Menghangatkan , dan menghadirkan kebahagiaan

Jangan lagi kau resahkan , semua yang pernah terjadi
Biarkan berlalu , terhempas oleh keyakinan
Bahwa hidup akan terus berganti ,
Takkan selamanya kesedihan bersemayam
Pasti akan berganti..
Bila kita berusaha , tuk merubahnya..
Yakinlah…Aku ada untukmu .

Mungkin jalan yang terbentang..
Bukanlah untuk kita lewati ,
Bersama..
Hanya sebagai keinginan dan impian
Yang ada namun tiada

Dan mungkin kita di takdirkan…
Bukan untuk saling memiliki ,
Hanya sebagai kekasih ,
Dan kenangan di dalam hati

Bila memang cinta tak mungkin bersama
Semoga tak ada luka di antara kita ,
Kisah yang pernah ada..
Biarlah menjadi tautan jiwa
Yang nyata namun tiada

Kau kekasihku…
Di dalam senyummu ada bahagiaku
Dan di dalam jiwaku ada cintamu
Meskipun nanti hanya di sudut hati
Namun cinta jangan pernah kau akhiri

Kau belahan hatiku…
Aku tak ingin mendung membayangimu
Ataupun badai melukaimu
Walaupun hanya di dalam doa
Aku akan terus menjaga..
Agar engkau tetap berbahagia

Biarlah cinta hanya di dalam bayangan
Dan raga bukan untuk bersama
Tetapi rasa tak pernah lelah
Menyalakan cinta di dalam jiwa

Dan bila suatu hari nanti..
Waktu mempertemukan kita ,
Ku ingin memelukmu …sekali lagi ,
Sebagai tanda cinta …
Sebagai tanda kasih..sayangku ,
Yang tak pernah tenggelam .

Mungkin aku terlalu bodoh..
Meninggalkanmu begitu saja ,
Saat dingin menusuk raga
Dan jalan gelap …tak berarah

Hanya karena mengejar cahaya
Yang tak pasti dan menyesatkan
Sehingga lepaslah hati..
Lepas pula langkah yang telah terjalin

Maafkanlah aku yang tak setia
Hanya karena nafsu…
Melupakanmu , meninggalkanmu ,
Sehingga engkau terpuruk ,
Dan larut dalam kepedihan

Masihkah ada kesempatan..
Atau maaf untukku
Agar aku bisa menebus , semua kesalahan
Tetapi bila memang tak mungkin
Aku hanya ingin engkau bahagia
Tak pernah lagi rapuh di dalam cinta
Selamanya….

Aku memang bodoh…
Tak bisa mengerti arti kesetiaan ,
Dan ketulusan cinta
Sehingga terjatuh oleh nafsu
Yang meruntuhkan kebahagiaan

Masihkah ada waktu yang tersisa..
Untuk hatiku yang pernah melukaimu
Dan bila memang tak mungkin..
Aku hanya ingin engkau bahagia
Maafkan aku….

Tak pernah terisaukan..
Malam yang tak berbintang ,
Ataupun hari tanpa pelangi
Selama engkau masih di sini,
Menemaniku..
Menyayangiku ,
Sebagai kekasih hati

Aku hanyalah rumput liar..
Yang tumbuh dari keinginan
Bukan karena harapan
Ataupun sesuatu yang menyilaukan

Memilikimu..
Adalah keindahan yang tiada batas
Bermimpipun aku tak mampu ,
Karena kau sangat menyilaukan
Hati dan rasa setiap insan

Tetapi aku sangat khawatir..
Bila kah kau mampu bertahan,
Di terpaan angin malam
Dan di panasnya mentari
Sedangkan cinta kita tiada peneduh
Hanya keinginan berjalan ..
Dengan seadanya ,
Yang selalu meletihkan rasamu

Tak pernah aku hiraukan..
Jalan yang berliku ,
Dan esok yang masih temaram,
Selama engkau masih di sini
Semua terasa indah..
Tak ada gelap
Tak ada pekat..
Karena kau adalah penerang jiwaku
Yang membuat hidup tak pernah mati .