Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘puisi syahdu’

Seharusnya aku berdiri lebih awal ,
Dan berlari mengejar sang waktu
Yang semakin meninggalkanku..
Dan rasa penyesalan..
Karena diri masih di sini ,
Mengenang langkah yang telah pergi

Penyesalan hanyalah akan membuat hati
Lebih terpuruk semakin dalam
Karena semua yang telah pergi
Tak mungkin kembali ,
Hanya baik untuk di kenang
Dan sebagai pengingat rasa
Agar tak terjatuh di jalan yang sama

Aku dan rasaku..
Akan terus melayang , di dalam kerinduan
Pada lagu yang pernah tercipta
Dan yang menghadirkan kesejukan
Nurani dan ragawi…
Sehingga takkan lagi terurai air mata
Hanya oleh kerapuhan cinta

Aku dan nafasku…..
Akan terus menyala , di dalam kehidupan
Meskipun hati sering terluka
Tetapi jiwa tak kan meredup
Karena bertahtakan semangat
Untuk terus bertahan
Walau gelap..
Ataupun pekat..
Seperti udara yang terus mengalir
Tak tertahan oleh keadaan

Seindah apapun sebuah kenangan
Tak kan ada artinya bila terus di inginkan
Karena hanyalah bayangan
Yang terus ada namun tiada
Sebagai laju yang telah hilang
Dan langkah yang telah lenyap .

Jika kau mencari cinta sejati..
Kau salah menempatkan hati
Aku tak punya yang kau cari
Hanya kekosongan rasa
Dan retaknya hati..
Oleh badai yang tak pernah reda

Tetapi jika kau menginginkan kesetiaan ,
Dan ketulusan cinta..yang tak pernah padam
Akan ku berikan setulus hati
Sepenuh jiwa..
Sampai akhir menutup mata

Aku telah letih dengan kata cinta !!
Yang indah namun hanya fatamorgana
Melambungkan angan..
Tetapi menghanguskan kenyataan
Yang semakin membuat diri resah di jalan yang terjal

Cinta adalah kenyataan…
Yang harus di jalani dan di nikmati ,
Sepenuh jiwa..
Agar mendatangkan kebahagiaan
Bukan kata-kata dan janji-janji..
Yang manis menggoda
Tetapi akhirnya menghancurkan segalanya

Aku tak punya cinta sejati…
Hanya rasa yang tak pernah mati
Selalu akan ada untukmu ,
Menjagamu…
Dan melindungimu ,
Di hidup dan setelahnya

Akan ku rengkuh engkau ..
Sebagai bintang..
Sebagai rembulan..
Dan sebagai mentari yang tak pernah padam
Di dalam hidup agar tak pernah retak
Sampai di akhir takdir yang ada .

Matahari takkan pernah menunggu
Bunga untuk mekar ,
Ataupun kuncup daun bersemi..Membuka kehidupan
Tetapi akan terus beredar
Meninggalkan semua yang terlambat
Memulai perjalanan

Begitupun cinta , takkan pernah menunggu
Bila kau berdiri di atas keraguan
Aku akan melangkah..
Membuka cinta yang lain
Meskipun ku sadari..
Takkan seindah cintamu

Karena ku sadari..
Seindah apapun cinta
Bila hanya di dalam bayangan
Adalah sebuah fatamorgana
Yang membesarkan hati ,
Tetapi jauh dari kebahagiaan
Sebagai tujuan yang sebenarnya

Aku takkan pernah menunggu
Bila kau terus dalam kebimbangan
Menentukan arah dan tujuan akhir cinta
Aku akan seperti matahari
Yang akan terus beredar
Walaupun bunga masih kuncup
Meskipun daun-daun masih terlelap .

Ada saatnya cinta di titik nadir
Mendung menaungi dan kejenuhan mendatangi
Lagu yang indahpun , berubah menjadi hambar
Sehingga segala rasa di ujung keretakan

Bila masa itu tiba , Seharusnya kita saling menyadari
Dan tetap menggenggam cinta dengan erat
Agar tak terjatuh dalam kegelapan
Runtuh mahligai cinta , saat hati dilanda keresahan

Tetaplah engkau menjadi cintaku
Dalam deburan ombak , di atas terpaan badai
Karena semuanya nanti akan kembali
Saat mentari menyinari ,
Dan saat pelangi kembali tersenyum
Membuka segala keindahan

Tetaplah menjadi kekasihku
Bila keraguan datang..
Dan bimbang menggerus kenyataan
Tetapkan hati bahwa hanya di cinta kita ,
Kebahagiaan dan segala kehebatannya..
Tercipta hanya untuk kita
Dan akan terus bersinar ,
Sampai suatu saat nanti , takdir menghentikannya .

Engkau bukan bintang yang bersinar
Ataupun rembulan yang bercahaya
Tetapi aku akan menyayangimu
Mencintaimu..sepenuh jiwa

Di mataku , cinta bukan hanya keindahan
Tetapi juga ketulusan dan kesetiaan…
Yang tak pernah letih oleh keadaan
Maupun godaan-godaan yang pasti ada

Engkau memang bukanlah lagu yang terindah…
Yang mampu menggetarkan hati dan jiwa
Namun aku akan selalu membuatmu tersenyum
Dan tak akan ku biarkan kesedihan menyentuhmu
Karena kau adalah belahan jiwaku

Jadilah engkau lenteraku , yang selalu menyala
Memberikan kehangatan ..
Agar tak redup nafas yang telah tercipta

Jadilah engkau ilalangku , yang selalu setia
Walaupun hidup dalam kegersangan
Dan hanya berhiaskan kesederhanaan
Yakinlah hanya cinta yang membuat kita bahagia
Meskipun raga menanggung beban

Jadilah engkau ilalangku..yang tak pernah lelah
Dan tak pernah letih..
Walau berdiri di atas kerapuhan
Namun tetap setia menggenggam cinta
Sampai nanti akhir menutup mata .

Saat cahaya redup di atas pantai
Seluruh kehidupanpun membeku
Menyurutkan langkah untuk esok..
Dan hari-hari kemudian
Hening..sunyi..tanpa kata
Hanya deburan ombak ,
Sympony sepanjang jaman

Di kesunyian..kutapaki ,
Lagu-lagu kebekuan
Yang telah usang karena lama terlupakan
Biarpun masih kuat di-ingatan
Tetapi hanyalah serpihan-serpihan
Buih..sejarah..Masa silam

Tak kan pernah kembali ,
Dan hatipun tak lagi berharap
Namun hembusan nafasnya masih begitu kuat
Mungkin karena…..terlalu dalam ,
Menggores di dasar nurani

Aku ingin cahaya kembali gemilang
Agar lenyap semua bayangan kelam
Buah dari ketidakberdayaan
Dan kebodohan diri ,
Yang terlalu mudah tergoda senyuman

Aku ingin sinar kembali membuka kehidupan
Bersama asa yang tak lagi berliku
Agar tak tercipta lagi goresan gelap
Sehingga nafas melahirkan senyum kebahagiaan
Yang cerah..Seperti..cahaya mentari .

Seindah apapun cinta yang tertiupkan…
Bila akhirnya hanya membuat luka ,
Dan kenangan yang melelahkan
Bukanlah cinta…!!
Tetapi nafsu keinginan
Yang di balut dengan keindahan
Seperti daun daun yang akan berguguran
Bila musim telah berubah

Cinta bukanlah isyarat sesaat
Apalagi tempat untuk mengusir kesepian
Tetapi kesucian langkah
Yang menyatukan dua hati
Agar saling menyayangi dan mengasihi
Sehingga tercipta kebahagiaan yang hakiki

Tak harus seperti keindahan bulan dan bintang…
Yang sangat mengagumkan rasa ,
Hanya perlu kesetiaan dan ketulusan
Sehingga cinta kan berjalan di harapan yang benar
Ke arah kebahagiaan ..yang tak pernah terguncang

Seindah apapun cinta yang terciptakan..
Bila hanya membuat luka , bukanlah cinta..
Tetapi badai yang menggores di dalam sanubari ,
Melahirkan kebencian tanpa batas…
Yang tak mungkin terhapus sampai di akhir waktu.

Seindah apapun cinta , bila akhirnya membuat luka..
Hanyalah seperti angin yang berlalu..
Meninggalkan kenangan pahit ,
Dan pergi…tak mungkin kembali .

Cinta….Ku selalu menyayangimu
Sepenuh hati , setulus jiwa
Seperti air yang mengalir…
Dan ku pastikan , tak kan pernah berhenti
Walaupun segala rintangan menghadang ,
Dan cobaan tak pernah mereda

Cinta….Ku ingin engkau selalu ada di sisiku
Menemaniku di setiap detik perjalanan
Agar aku selalu merasakan nafasmu
Sebagai semangat..sebagai pereda keresahan

Kau adalah keindahan yang tercipta…
di setiap senyuman dan hembusan nafasmu
Aku temukan kebahagiaan
melebihi semua kebahagiaan yang ada

Kau adalah cahaya yang menerangiku
Memberiku kehangatan dan warna
Sehingga jalan kehidupan menjadi terang
Penuh kesyahduan..
Yang menenteramkan ..jiwa dan raga

Cinta ….Ku ingin nafasmu selalu untukku
Agar tak ada lagi keresahan dan kesepian
Sehingga bahagia menjadi nyata..
Ujud kisah cinta sejati…
Yang tak pernah letih sampai di ujung usia .

Walau selalu ku jaga ..
Agar cinta tak retak di hatimu
Tetapi mungkin telah puncaknya..
Kebosanan menghinggapi rasa
Kau tak lagi sehangat dulu
Dinding-dinding cintamu mulai runtuh
Di atas nafas yang masih berharap

Aku tak bisa mengerti ,
Mengapa begitu rapuhnya cinta
Kau hadirkan seribu tanya..
Tanpa ku mampu menjawabnya
Karena kau telah mematahkan..
Layu hatiku …di lagu yang belum usai

Dinding-dinding cintamu yang telah runtuh
Sebentar lagi akan musnah..tak bersisa
Bila kau tak merubah keinginan
Memutar haluan , kembali ke pangkuan cinta

Tetapi bila telah habis rasa yang kau punya
Dan jalan tuk kembali adalah haram
Cinta akan jadi kenangan tanpa jejak
Seperti menapak di atas angin
Yang tersisa hanyalah rasa kebencian
Dan kecewa yang tiada akhir .

 

 

Ketika sang mentari membias di atas bukit

Sinarnya sangat indah berwarna warni

Mengagumkan rasa ,hingga tak beranjak

Begitu indahnya Alam

Di ketulusan memberi , tanpa mengharap kembali

Sungguh sangat-sangat mengagumkan

 

Segala keindahan Alam ,

Mengingatkanku pada sang kekasih hati

Yang selalu setia dengan ketulusan

Namun aku sering meragukannya

Dan menyia-nyiakan kesetiaannya

“Aku memang jahad dan bodoh “

Tak menghargai arti kesetiaan

 

Maafkan aku sayangku..

Yang menganggap diam mu adalah kebosanan

Dan menganggap mencintaimu adalah kesalahan

Sehingga keraguan menghinggapiku

 

Dan maafkan aku cintaku…

Tak menghargai kesetiaan dan ketulusan

Karena memang aku , bodoh dan buta dengan rasa

Sehingga melukai hati nuranimu

 

Mungkin saat ini kau masih terluka,,

Dengan syair ini kuharapkan kau mengerti

Sebenarnya rasa diri , padamu…

Bukanlah kesengajaan atau Keinginan berpisah

Tetapi memang karena kebodohanku,

Mengartikan kesetiaanmu ..

 

Sekali lagi maafkan aku…

Karena telah meragukan ketulusanmu.