Posts Tagged ‘puisi syahdu’

Mungkin jalan yang terbentang..
Bukanlah untuk kita lewati ,
Bersama..
Hanya sebagai keinginan dan impian
Yang ada namun tiada

Dan mungkin kita di takdirkan…
Bukan untuk saling memiliki ,
Hanya sebagai kekasih ,
Dan kenangan di dalam hati

Bila memang cinta tak mungkin bersama
Semoga tak ada luka di antara kita ,
Kisah yang pernah ada..
Biarlah menjadi tautan jiwa
Yang nyata namun tiada

Kau kekasihku…
Di dalam senyummu ada bahagiaku
Dan di dalam jiwaku ada cintamu
Meskipun nanti hanya di sudut hati
Namun cinta jangan pernah kau akhiri

Kau belahan hatiku…
Aku tak ingin mendung membayangimu
Ataupun badai melukaimu
Walaupun hanya di dalam doa
Aku akan terus menjaga..
Agar engkau tetap berbahagia

Biarlah cinta hanya di dalam bayangan
Dan raga bukan untuk bersama
Tetapi rasa tak pernah lelah
Menyalakan cinta di dalam jiwa

Dan bila suatu hari nanti..
Waktu mempertemukan kita ,
Ku ingin memelukmu …sekali lagi ,
Sebagai tanda cinta …
Sebagai tanda kasih..sayangku ,
Yang tak pernah tenggelam .

Takkan selamanya mentari itu kelam..
Ataupun rembulan hilang cahayanya ,
Karena waktu dan masa terus bergulir
Mengikuti kehendak alam
Qodrat dan rahasia Maha Pencipta

Jangan kau berhenti berharap..
Atau memupus Asa..
Karena hidup pasti berubah
Bila kita terus berusaha
Di atas keyakinan dan keinginan yg kuat

Butir – butir embun menetes di dedaunan
Membuka kehidupan..
Walau hanya sebentar..kehadirannya
Tetapi tak pernah resah
Memberi kesejukan ,
Di tarian takdir yang berjalan

Janganlah engkau resahkan..
Ataupun kalutkan ,
Kenyataan yang berjalan..tak semestinya
Dan cinta yang selalu tenggelam
Teruskan di langkah hebatmu
Memacu asa..
Membuka mentari..
Agar tak lagi terjatuh ,
Di dalam ….kegelapan diri .

Mungkin aku terlalu bodoh..
Meninggalkanmu begitu saja ,
Saat dingin menusuk raga
Dan jalan gelap …tak berarah

Hanya karena mengejar cahaya
Yang tak pasti dan menyesatkan
Sehingga lepaslah hati..
Lepas pula langkah yang telah terjalin

Maafkanlah aku yang tak setia
Hanya karena nafsu…
Melupakanmu , meninggalkanmu ,
Sehingga engkau terpuruk ,
Dan larut dalam kepedihan

Masihkah ada kesempatan..
Atau maaf untukku
Agar aku bisa menebus , semua kesalahan
Tetapi bila memang tak mungkin
Aku hanya ingin engkau bahagia
Tak pernah lagi rapuh di dalam cinta
Selamanya….

Aku memang bodoh…
Tak bisa mengerti arti kesetiaan ,
Dan ketulusan cinta
Sehingga terjatuh oleh nafsu
Yang meruntuhkan kebahagiaan

Masihkah ada waktu yang tersisa..
Untuk hatiku yang pernah melukaimu
Dan bila memang tak mungkin..
Aku hanya ingin engkau bahagia
Maafkan aku….

Seharusnya aku berdiri lebih awal ,
Dan berlari mengejar sang waktu
Yang semakin meninggalkanku..
Dan rasa penyesalan..
Karena diri masih di sini ,
Mengenang langkah yang telah pergi

Penyesalan hanyalah akan membuat hati
Lebih terpuruk semakin dalam
Karena semua yang telah pergi
Tak mungkin kembali ,
Hanya baik untuk di kenang
Dan sebagai pengingat rasa
Agar tak terjatuh di jalan yang sama

Aku dan rasaku..
Akan terus melayang , di dalam kerinduan
Pada lagu yang pernah tercipta
Dan yang menghadirkan kesejukan
Nurani dan ragawi…
Sehingga takkan lagi terurai air mata
Hanya oleh kerapuhan cinta

Aku dan nafasku…..
Akan terus menyala , di dalam kehidupan
Meskipun hati sering terluka
Tetapi jiwa tak kan meredup
Karena bertahtakan semangat
Untuk terus bertahan
Walau gelap..
Ataupun pekat..
Seperti udara yang terus mengalir
Tak tertahan oleh keadaan

Seindah apapun sebuah kenangan
Tak kan ada artinya bila terus di inginkan
Karena hanyalah bayangan
Yang terus ada namun tiada
Sebagai laju yang telah hilang
Dan langkah yang telah lenyap .

Jika kau mencari cinta sejati..
Kau salah menempatkan hati
Aku tak punya yang kau cari
Hanya kekosongan rasa
Dan retaknya hati..
Oleh badai yang tak pernah reda

Tetapi jika kau menginginkan kesetiaan ,
Dan ketulusan cinta..yang tak pernah padam
Akan ku berikan setulus hati
Sepenuh jiwa..
Sampai akhir menutup mata

Aku telah letih dengan kata cinta !!
Yang indah namun hanya fatamorgana
Melambungkan angan..
Tetapi menghanguskan kenyataan
Yang semakin membuat diri resah di jalan yang terjal

Cinta adalah kenyataan…
Yang harus di jalani dan di nikmati ,
Sepenuh jiwa..
Agar mendatangkan kebahagiaan
Bukan kata-kata dan janji-janji..
Yang manis menggoda
Tetapi akhirnya menghancurkan segalanya

Aku tak punya cinta sejati…
Hanya rasa yang tak pernah mati
Selalu akan ada untukmu ,
Menjagamu…
Dan melindungimu ,
Di hidup dan setelahnya

Akan ku rengkuh engkau ..
Sebagai bintang..
Sebagai rembulan..
Dan sebagai mentari yang tak pernah padam
Di dalam hidup agar tak pernah retak
Sampai di akhir takdir yang ada .

Matahari takkan pernah menunggu
Bunga untuk mekar ,
Ataupun kuncup daun bersemi..Membuka kehidupan
Tetapi akan terus beredar
Meninggalkan semua yang terlambat
Memulai perjalanan

Begitupun cinta , takkan pernah menunggu
Bila kau berdiri di atas keraguan
Aku akan melangkah..
Membuka cinta yang lain
Meskipun ku sadari..
Takkan seindah cintamu

Karena ku sadari..
Seindah apapun cinta
Bila hanya di dalam bayangan
Adalah sebuah fatamorgana
Yang membesarkan hati ,
Tetapi jauh dari kebahagiaan
Sebagai tujuan yang sebenarnya

Aku takkan pernah menunggu
Bila kau terus dalam kebimbangan
Menentukan arah dan tujuan akhir cinta
Aku akan seperti matahari
Yang akan terus beredar
Walaupun bunga masih kuncup
Meskipun daun-daun masih terlelap .

Ada saatnya cinta di titik nadir
Mendung menaungi dan kejenuhan mendatangi
Lagu yang indahpun , berubah menjadi hambar
Sehingga segala rasa di ujung keretakan

Bila masa itu tiba , Seharusnya kita saling menyadari
Dan tetap menggenggam cinta dengan erat
Agar tak terjatuh dalam kegelapan
Runtuh mahligai cinta , saat hati dilanda keresahan

Tetaplah engkau menjadi cintaku
Dalam deburan ombak , di atas terpaan badai
Karena semuanya nanti akan kembali
Saat mentari menyinari ,
Dan saat pelangi kembali tersenyum
Membuka segala keindahan

Tetaplah menjadi kekasihku
Bila keraguan datang..
Dan bimbang menggerus kenyataan
Tetapkan hati bahwa hanya di cinta kita ,
Kebahagiaan dan segala kehebatannya..
Tercipta hanya untuk kita
Dan akan terus bersinar ,
Sampai suatu saat nanti , takdir menghentikannya .