Seindah apapun cinta yang tertiupkan…
Bila akhirnya hanya membuat luka ,
Dan kenangan yang melelahkan
Bukanlah cinta…!!
Tetapi nafsu keinginan
Yang di balut dengan keindahan
Seperti daun daun yang akan berguguran
Bila musim telah berubah

Cinta bukanlah isyarat sesaat
Apalagi tempat untuk mengusir kesepian
Tetapi kesucian langkah
Yang menyatukan dua hati
Agar saling menyayangi dan mengasihi
Sehingga tercipta kebahagiaan yang hakiki

Tak harus seperti keindahan bulan dan bintang…
Yang sangat mengagumkan rasa ,
Hanya perlu kesetiaan dan ketulusan
Sehingga cinta kan berjalan di harapan yang benar
Ke arah kebahagiaan ..yang tak pernah terguncang

Seindah apapun cinta yang terciptakan..
Bila hanya membuat luka , bukanlah cinta..
Tetapi badai yang menggores di dalam sanubari ,
Melahirkan kebencian tanpa batas…
Yang tak mungkin terhapus sampai di akhir waktu.

Seindah apapun cinta , bila akhirnya membuat luka..
Hanyalah seperti angin yang berlalu..
Meninggalkan kenangan pahit ,
Dan pergi…tak mungkin kembali .

Komentar
  1. NurAisyatul Aiman mengatakan:

    Aku ingin melihat matamu yang indah
    simfoni nan syahdu
    mengalun melalui lorong hatiku
    sukma gemulai mengikuti irama jiwa
    segala cerita hanyalah sejahtera
    bagi anak bangsanya.

    Aku ingin melihat matamu yang indah
    sebuah telaga bening yang sejuk airnya
    tempat bermain dan berenang-renang
    lumut dan batu-batu adalah pembersih jiwa
    aroma semesta adalah bunga
    yang ada di dalam hati.

    Aku ingin melihat matamu yang indah
    tempat bersemayam para leluhur yang perkasa
    para penakluk serigala durjana
    semua kejahatan tunduk bertekuk lutut
    dan tak berdaya
    sehingga amanlah segala makhluk di dunia
    taman tempat berteduh dan hutan-hutan
    yang terjaga dari segala mara bahaya.
    O, swarga maniloka inilah tempat asal hamba.

    Aku ingin melihat matamu yang indah
    pertemuan yang berujung bahagia
    akan selalu terlaksana
    tiada kehidupan
    tanpa sayap kata-katamu yang indah
    dan cinta senantiasa hidup abadi
    di dalam dunia.
    O, kata-kata dan perbuatan menjelma citra.
    Di dada penuh dengan rasa sukma.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s